Langganan yukz

Selamat datang!! di Area Kawasan Para Penghitung FULUS. 4ebsatu 2007 Katanya sih kelas unggulan...(ciee)
Kelas eb satu 2007 yg ini bener2 beda!! Kalo soal otak sih jangan ditanya hahahhah.... anak-anak nya goxil, kritis, solid ma friends, saling berbagi, saling pula melengkapi,…
Penghuni eb satu 2007 dari yg paling jelas sampai yg gak jelas atau kelewat jelas.. ada!

Jadwal Kuliah 4EB01

KELASHARIMATA KULIAHWAKTURUANGDOSEN
4EB01SelasaKonsep Sist. Informasi Akt.*/**2/3/4E334BUDI SANTOSO, SE.,MM
4EB01SelasaStudi Kelayakan Bisnis6/7/8E134CH DEWI WULANDARI
4EB01RabuAnalisis&Perenc.Sist.Akt. 11/2E136SUDARSONO
4EB01RabuAkuntansi Manajemen Lanjut4/5/6E137DESI PUJIATI
4EB01RabuAkuntansi Syariah7/8/9E137ERLINA NURAINI, SE
4EB01KamisAkuntansi Pemerintahan *1/2/3D027ANNE DAHLIAWATI
4EB01KamisPemeriksaan Akuntansi Lanjutan **5/6/7D006RR DHARMA TINTRI EDIRARAS
4EB01KamisEtika Profesi Akuntansi #8/9D006RATNA AMBAR M

Jumat, 10 Desember 2010

Cerita Tingkat 3

Melanjutkan artikel sebelumnya, dari yang 2eb01, dan kini 3eb01
Maka dari itu ada baiknya kita ucapkan Alhamdulillah

Berhubung waktu kenaikan kelas ke tingkat 3, mahasiswanya gak dipencar – pencar
SEMUA ANAK-ANAK 2EB01 2008/2009
SEKARANG JADI ANAK 3EB01 2009/2010

SETOEDJOE

SEKUMPULAN EBSATU DOEA REBOE TOEDJOH

-3EB01 itu, kelas unggulan...(ciee) mang dari sejarahnya Gundar mulai dibangun….
Tapi sayang kelas eb satu 2007 yg ini bener2 beda!!
Kalo soal otak sih jangan ditanya hahahhah_
-anak-anak nya goxil, kritis, solid ma friends, saling berbagi, saling pula melengkapi,…
Penghuni eb satu 2007 dari yg paling jelas sampai yg gak jelas atau kelewat jelas.. ada!!

Memiliki:
-wali kelas semester 5 (Bu Rini Tesniwati)
-wali kelas semester 6 (Belom tau – masih bisa revisi)
-Ketua kelasnya (Mr. Rajif) yg sukanya ajip2
-Wakilnya (Bang Vincent) import lgsg dari NTT
-Sekretaris udah ganti nieh --- Firiana Dewi
-Bendahara udah ganti juga ---- Dwi PW
 
Mahasiswa 3EB01.. ituuu...

1-pada stress kalo lagi belajar OR ama Pak Ahmad, makanya kita pada blajar bareng
2-pas pelajaran AUDIT, rasanya seperti didongengin hiiiihiii….
Pernah bikin jengkel tuh dosen mpe dosen ngambek!!! 
Maklumin aja bu kita kan kritis hahah piss
3-Dulu banyak yang narciss kalo lagi jam kosong, sekarang
Banyak yang BU di lab, maklum lagi pada butuh uang ahahhahah..
(Yg recap gede bagi – bagi)

4-3Eb01 banyak yg jadi pengusaha, gak cma pulsa… ampe pengusaha lulur + kosmetik jga ada nich… jepitan, kripik dll Saking kebanyakannya pada ngutang semua deghh…
5-Banyak yg terobsesi nilai – (kalo mo uts or uas or uu, pada ke perpus mulu…)

6-3EB01 harus selalu kompaq... kan tgl 2 desember 2009 nanti kita pada mau ke Dufan
Yah kalo nak eb01 2007 ya harus ikutlah ahhahahha!!!
7- Menurut Kabar burung, Kelas EB satu 2007 terkenal gilaa, sadiiieess, kritis, nyolot!!
Hahaha,, kita gak bisa nerimo gtu aja klo gak masuk akal!! (acung yg setuju)
Kita berani karena benar!! (acung lagi yg setuju)
Hahahahhaha,,, tapi kita anak yg bertanggung jawab semua kok (..mpreett)

ARTIKEL  INI TERCIPTA AKHIRNYA...
KARENA PENGEN KITA ABADIKAN AJA MOMENT YG BERARTI

Dunia tanpa batas....
Zona nya anak penghitung fulus...
calon account handal niey...

Tiada hari yang berkesan, selain bersama anak 3EB01....
EB01 angkatan 2007 Gunadarma Univercity..


Semua yang Gokil2, Narciss, yg lemot, yg unik dan intelektual ada disini ....
Mari bersama teruskan perjuangan merebut gelar sarjana kita sampai 2011 ....(Amien..)


Ucapannya:
- Makasih buat pak Edi Sutarto, yang udah ngajarin B. Indonesia dengan style unik bapak!!
Kita semangat diajarin bapak!! B.indonesia 2 bapak lagi ya,, yg ngajar!!
- Makasih buat Bu Budiasih, yang semangat klo ngajar!! Ibu baik sekali dan sabar ma kelas kami!! Luph u pull deh!!
-Makasih juga nak seven sekop (tim futsal ebsatu2007) yang buat kelas jadi solid dan rame
- Buat Yolanda – suhu kita!! Yang setia dan mau ngajari kita OR, yg bau2 matematik deh
Sabaarr yah kalo hadapi kita yg rewel2
-Semua Mahasiswa EB01 yang setia n sdia berada dalam kelas yang sangad menyenangkan ..
Semoga semua ini takkan pernah terlupakan ..

Sedikit KIsah 3eb01
di sini kita akan mengisi hari” bersama sampai akhirnya qta dapet gelar sarjana…
3 tahun bersama jangan mpe bosen yaaaaaa…..

Ebsatu 2007 terdiri 35 mahasiswa!!
Ingat slalu hari-hari indah qta…

CAATS aka TABK

Computer Assited Audit Technique Tools (CAATTs) atau Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) adalah setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. Atau juga sebagai pengguna perangkat dan teknik untuk mengaudit aplikasi komputer serta mengambil dan menganalisis data. Lebih lanjut dikatakan bahwa TABK merupakan perangkat dan teknik yang digunakan untuk menguji (baik secara langsung atau tidak langsung) logic-internal dari suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk mengolah data. 
Apabila auditor menggunakan teknik audit berbatuan komputer, maka auditor dapat memilih pendekatan yang digunakannya, apakah untuk menguji pengendalian aplikasi atau melakukan pengujian subtantif.  Pendekatan berikut adalah untuk pengujian pengendalian aplikasi :
a)             Test Data
            Metode ini menggunakan data masukan yang telah dipersiapkan auditor dan menguji data tersebut dengan salinan (copy) dari perangkat lunak aplikasi auditan.
b)             Integrated Test Facility (ITF)
            Adalah suatu pendekatan teknik terotomasi yang memungkinkan auditor menguji alur logika dan kendali suatu aplikasi pada saat operasi normal berlangsung.
c)              Paralllel Simulation (PS)
            Pendekatan ini mengharuskan auditor untuk membuat suatu program yang menyimulasikan fungsi utama tertentu dari aplikasi yang sedang di uji.

Sedangkan untuk melakukan pengujian subtantif (misalnya detail transaksi atau saldo perkiraan), auditor dpat memilih teknis:

a)              Embedded Audit Module (EAM)
            Merupakan suatu teknik dimana satu atau lebih modul program tertentu dilekatkan di suatu aplikasi untuk mencatat secara tersendiri serangkaian transaksi yang telah ditentukan ke dalam file yang akan dibaca oleh auditor.
b)             Generalized Audit Software (GAS)
            Adalah pendekatan yang menggunakan suatu perangkat lunak tertentu yang dimanfaatkan untuk menyeleksi, mengakses, mengorganisasikan data untuk kepentingan pengujian subtantif. 

Bab ini akan diawali dengan kajian struktur data. Struktur data merupakan susunan data secara fisik dan logis dalam file dan basis data. Pemahaman mengenai cara mengatur dan mengakses data merupakan hal penting dalam menggunakan alat ekstraksi data. Peranti lunak ekstraksi data terdiri atas dua kategori umum: modul audit melekat dan peranti lunak audit umum. Bagian kedua dari bab ini mendeksripsikan fitur, keunggulan, dan kerugian dari pendekatan modul audit melekat (embedded audit module-EAM). Bagian terkahir membahas fungsi dan pengguanaan peranti lunak audit yang digeneralisasi (Generalized audit software- GAS). Bagian ini ditutup dengan kajian mengenai fitur-fitur utama dari bahasa perintah audit (audit command language-ACL), produk utama dalam pasar GAS.

STRUKTUR DATA
Struktur data (data structure) adalah dasar penyusunan basis data. Struktur data memungkinkan catatan untuk ditemukan, disimpan dan ditelusuri, dan memungkinkan pergerakan dari satu catatan ke catatan lainnya. Struktur data memiliki dua komponen dasar organisasi dan metode akses.
Organisasi (organization) mengacu pada cara record disusun secara fisik pada peralatan penyimpanan sekunder. Ini bisa bersifat berurutan atau acak.
Metode akses (access method) adalah teknik yang digunakan untuk menemukan lokasi record dan bernavigasi dibasis data atau file. Selama pemrosesan basis data, program metode akses, yang merespons permintaan data dari aplikasi pengguna, mencari dan menelusuri atau menyimpan catatan. Tugas-tugas yang dijalankan oleh metode akses bersifat transparan bagi aplikasi pengguna. Metode ini dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu metode akses langsung dan metode akses berurutan.
Tidak ada satu struktur yang tebaik untuk semua tugas pemrosesan. Oleh sebab itu, pemilihan suatu struktur melibatkan pertukaran antara fitur-fitur yang diinginkan.  kriteria yang mempengaruhi pemulihan struktur  data mencakup :
a)              Akses file dan penelusuran data yang tepat.
b)             Penggunaan ruang penyimpanan disket yang efesien.
c)              Kapasitas untuk pemrosesan transaksi yang tinggi.
d)             Perlindungan dan kehilangan data.
e)              Kemudahan pemulihan dari kegagalan system.
f)               Akomodasi pertumbuhan file.

Struktur data dapat dibagi menjadi dua, yaitu system file datar dan system basis data.
        I.                 Struktur File Datar
            Model file datar mendeskripsikan suatu lingkungan dimana file data individual tidak diintegrasikan dengan file lainnya, pengguna akhir dalam lingkungan ini memiliki file data mereka masing-masing dan tidak membaginya dengan pengguna lainnya. Oleh karena itu, pemrosesan data dilakukan oleh aplikasi tersendiri. File data disusun, diformat, dan diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan kebutuhan khusus dari pengguna utama. Struktur file datar dibagi menjadi 4, sebagai berikut.

Ø             Struktur Berurutan
            Metode akses berurutan tidak mengizinkan akses ke suatu record secara langsung. File yang memerlukan operasi akses langsung memerlukan struktur data yang berbeda.


Ø             Struktur Berindeks
            Struktur ini disebut struktur berindeks karena selain file data actual, terdapat indeks terpisah yang juga merupakan file alamat record. Indeks ini berisi nilai numerik dari lokasi penyimpanan disk fisik untuk setiap record dalam file data terkait. File data itu sendiri bisa diatur secara berurutan atau acak.
            Record dalam file acak berindeks tersebar di seluruh disk tanpa mempertimbangkan kedekatan fisiknya dengan record lain yang berkaitan. Lokasi fisik record tidaklah penting asalkan peranti lunak sistem operasi dapat menemukannya ketika dibutuhkan.
            Metode akses berurutan berindeks (indexed sequential access method-ISAM) digunakan untuk file yang sangat besar yang memerlukan pemrosesan batch secara rutin dan tingkat pemrosesan record individual yang tidak terlalu tinggi.
            File ISAM memiliki tiga komponen fisik : indeks, area penyimpanan data utama dan area luapan. Secara berkala, file ISAM harus disusun ulang dengan mengintegrasikan record luapan ke dalam area utama dan kemudian merekonstruksikan indeks. Proses ini memerlukan waktu, biaya dan menyebabkan gangguan terhadap operasi.

Ø             Struktur Hashing
            Struktur hashing menggunakan algoritme yang mengonversi kunci primer suatu record langsung ke alamat penyimpanan. Hashing menghilangkan kebutuhan akan indeks terpisah,
            Keunggulan utama dari hashing adalah kecepatan akses. Perhitungan alamat record lebih cepat daripada pencarian pada indeks. Struktur hashing memiliki dua kelemahan yang signifikan. Pertama, teknik ini tidak menggunakan ruang ruang penyimpanan secara efesien. Dan kedua adalah kebalikan dari yang pertama. Kunci-kunci record yang berbeda bisa menghasilkan residual yang sama (atau mirip), yang menerjemahkan ke alamat yang sama.

Ø             Struktur Pointer
            Struktur pointer digunakan untuk menciptakan file daftar terhubung. Pendekatan ini mnyimpan alamt record dalam satu field dari record yang berkaitan. Record dalam jenis file ini tersebar di seluruh disk tanpa melihat kedekatan fisiknya dengan record lain yang terkait.
            Jenis pointer: alamat fisik, berisi lokasi penyimpanan disk actual yang dibutuhkan oleh pengendali disk, metode ini unggul dalam hal kecepatan, karena tidak perlu dimanipulasi lebih lanjut untuk menentukan lokasi record, akan tetapi ada juga kelemahan dalam metode ini: pertama, jika record yang berkaitan dipindahan dari satu lokasi disk ke yang lain. Kedua, poniter fisik tidak memiliki hubungan logis dengan record yang diidentifikasikan, jika pointer hilang atau rusak maka tidak bias dipuihkan record yang dirujuknya juga hilang.
            Pointer alamat relatif, berisi posisi relatif dari record dalam file. Pointer kunci logis, berisi kunci primer dari record terkait. Nilai kunci ini kemudian dikonversi ke alamat fisik record dengan algoritme hashing.

     II.                 STRUKTUR BASIS DATA HIERARKIS DAN JARINGAN
          Model basis data hierarkis dan jaringan menerapkan banyak dari teknik-teknik file yang sebelumnya serta struktur bisa data kepemilikan yang baru. Perbedaan utama kedua pendekatan ini adalah tingkat proses integrasi dan pembagian data yang bias dicapai. Model basis data di design untuk mendukung sistem file datar yang sudah ada, disamping memungkinkan organisasi untuk bergerak ke tahap berikutnya dalam integrasi data. Dengan menyediakan hubungan antar-file yang berkaitan, dimensi ketiga ditambahkan untuk melayani kebutuhan banyak pengguna dengan lebih baik.

STRUKTUR BASIS DATA RELASIONAL
Penghubung dalam model relasional bersifat eksplisit. Struktur dasar yang mendasari model ini adalah file berurutan berindeks dimana menggunakan satu indeks dalam kaitannya dengan organisasi file berurutan. Struktur ini memungkinkan akses langsung ke masing-masing record dan pemrosesan batch dari seluruh file.

v   Tampilan Pengguna
Rangkaian data yang dibutuhkan oleh pengguna tertentu untuk memenuhi tugasnya. Misalnya, tampilan bagi staf buku besar terdiri dari atas bagan akun organisasi, tampilan bagi manajaer penjualan bisa mencakup perincian data penjualan ke pelanggan yang disusun berdasarkan produk, wilayah, dan tenaga penjual dan tampilan bagi manajer produksi bisa mencakup persediaan barang jadi yang dimiliki, kapasitas produksi yang tersedia dan waktu tunggu pemasok.

·           Membuat Tampilan pengguna untuk tabel yang dinormalisasi
          Proses pembuatan tampilan pengguna dimulai dengan mendesain tampilan laporan output, dokumen, dan input yang dibutuhkan oleh pengguna. Semua ini biasanya melibatkan analisis yang menyeluruh mengenai kebutuhan informasi pengguna. Setelah analisis dilakukan, desainer dapat membuat rangkaian atribut data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai tampilan.
          Pada tahap ini, tampilan fisik berada dalam tahap desain saja (hanya di atas kertas). Dengan bekerja secara terbalik dan dengan mengaplikasikan berbagai prinsip normalisasi, maka tampilan konseptual pengguna dapat dibentuk, yang kemudian akan menjadi acuan untuk rangkaian tabel dasar. Jika hal ini telah dilakukan, tabel fisik dapat dibuat dan ditransformasikan menjadi laporan serta dokumen fisik.

·      Pentingnya Normalisasi Data
          Tabel basis data yang didesain dengan baik sangat penting untuk keberhasilan DBMS. Tabel yang tidak didesain dengan baik akan menyebabkan masalah operasional yang membatasi, atau bahkan menghalangi, akses para pengguna ke informasi yang mereka butuhkan. Normalisasi data adalah proses yang mendorong desain basis data secara efektif dengan mengelompokkan berbagai artibut data ke dalam berbagai tabel yang sesuai dengan kondisi tertentu yang berhubungan dengan praktik terbaik dalam desain file basis data. Biasanya, para desainer basis data akuntansi menormalisasi data ke dalam tingkat yang disebut bentuk normal ketiga (third normal form-3NF).
          Tabel-tabel yang belum dinormalisasi biasanya dikaitkan dengan tiga jenis masalah yang disebut sebagai anomali: anomali pembaruan, anomali penyisipan, dan anomali penghapusan. Salah satu atau lebih dari ketiga anomali ini akan berada dalam tabel-tabel yang dinormalisasi ke tingkat yang lebih rendah, seperti ke bentuk normal pertama (first normal form-1NF) dan bentuk normal kedua (second normal form-2NF), tetapi tabel 3NF telah bebas dari ketiga anomali tersebut.
1.        Anomali Pembaruan
               Anomali pembaruan berasal dari rangkapan data dalam tabel yang belum dinormalisasi. Untuk dapat secara lebih apik melihat implikasi anomali pembaruan, bayangkan kondisi sesungguhnya di mana pemasok dapat memasok 10.000 barang persediaan yang berbeda. Pembaruan apapun atas sebuah atribut harus dilakukan sebanyak 10.000 kali.

2.        Anomali Penyisipan
               Untuk menunjukkan pengaruh dari anomali penyisipan, asumsikan bahwa pemasok baru telah masuk ke pasar. Perusahaaan belum melakukan pembelian dari pemasok tersebut, tetapi ingin melakukannya di masa mendatang. Sementara ini, perusahaan ingin menambah dulu ke dalam basis datanya, data pemasok tersebut. Hali ini, tidak dapat dilakukan karena kunci primer untuk record persediaan adalah Nomor Barang yang timbul setelah dilakukannya pembelian dari pemasok tersebut, maka pemasok tidak dapat ditambahkan ke dalam basis data tersebut.


3.        Anomali Penghapusan
               Anomali penghapusan melibatkan penghapusan data secara tidak sengaja data dari suatu tabel. Sebagai gambaran, bayangkan Nomor Pemasok 27 menyediakan hanya satu jenis barang untuk perusahaan: Nomor Barang 1. Jika perusahaan tidak lagi membutuhkan barang persediaan ini dan menghapusnya dari tabel terkait, maka data yang berkaitan dengan Nomor Pemasok 27 juga akan dihapus.
               Keberadaan anomali penghapusan lebih sulit ditemukan, akan tetapi berpotensi menimbulkan masalah yang lebih serius daripada anomali pembaruan dan anomali penyisipan. Anomali penghapusan dapat tetap tidak terdeteksi, dan pengguna mungkin saja tidak menyadari hilangnya data yang penting hingga sudah terlambat. Basis data yang distrukturisasi secara kurang baik, dapat mengakibatkan hilangnya record akuntansi penting secara tidak sengaja serta menghancurkan jejak audit. Oleh karenanya, akuntan harus menyadari bahwa desain tabel-tabel basis data memiliki peran penting pengendalian internal.

·      Proses Normalisasi
          Peniadaan ketiga anomali di atas melibatkan suatu proses yang secara sistematis akan memecah tabel-tabel yang rumit yang belum dinormalisasi ke dalam beberapa tabel yang lebih kecil, hingga memenuhi kedua syarat di bawah ini:
1.              Semua atribut nonkunci dalam tabel bergantung pada kunci primer
2.              Semua atribut nonkunci bebas dari atribut nonkunci lainnya

          Dimisalkan, ada dua rangkaian data berbeda yang belum dinormalisasi: data mengenai persediaan dan data mengenai pemasok. Atribut nonkunci Nama Pemasok, Alamat Pemasok, Nomor Telepon Pemasok tidak bergantung pada kunci primer Nomor Barang. Sebagai gantinya, atribut-atribut ini bergantung pada atribut nonkunci lainnya, yaitu No. Pemasok. Solusinya adalah mengeluarkan data pemasok dari tabel tersbut dan memasukkannya dalam tabel terpisah, yang akan disebut tabel Pemasok.
                      Ketika tabel yang belum dinormalisasi dipecah menjadi dua atau lebih menjadi tabel yang dinormalisasi, tabel-tabel hasil normalisasi tersebut kemudian harus dihubungkan dengan satu atau lebih atribut bersama yang disebut kunci luar melekat.
                      Contoh, melalui tabel penghubung (Barang/Pemasok), setiap record persediaan dapat dihubungkan ke tiap pemasok barang tersebut, dan semua pemasok dapat dihubungkan ke barang persediaan yang mereka pasok. Contohnya, dengan mencari di tabel Persediaan untuk Nomor Barang 1, dapat dilihat bahwa Nomor Pemasok 22, 24, dan 27 dapat memasok barang ini. Jika dicari dari sisi yang berbeda, pemasok 28 menyediakan barang persediaan dengan nomor 2 dan 3.
          Proses di atas telah menjelaskan ketiga anomali yang telah ditiadakan. Pertama, anomali pembaruan telah diatasi karena data mengenai tiap pemasok hanya ada dalam satu lokasi, yaitu tabel Pemasok. Perubahan apa pun atas data mengenai tiap pemasok, hanya akan dilakukan sekali, berapa pun barang yang disediakan bagi perusahaan. Kedua, anomali penyusupan telah diatasi karena pemasok baru dapat ditambahkan ke dalam tabel Pemasok, meskipun pemasok baru tersebut saat ini belum memasok barang ke perusahaan. Contohnya, Nomor Pemasok 30 tidak memasok barang, tetapi Nomor Pemasok 30 sudah dapat dicatat dalam tabel Pemasok. Terakhir, anomali penghapusan juga telah ditiadakan. Keputusan untuk menghapus suatu barang persediaan dari basis datanya, tidak akan mengakibatkan penghapusan secara tidak sengaja data pemasoknya, karena data ini berada dalam tabel yang berbeda yang independen.

Audit Sistem Informasi Akuntansi

            Teknologi informasi (TI) turut berkembang sejalan dengan perkembangan peradaban manusia. Perkembangan teknologi informasi meliputi perkembangan infrastruktur TI, seperti hardware, software, teknologi penyimpanan data (storage), dan teknologi komunikasi (Laudon, 2006: 174). Perkembangan TI tidak hanya mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga bidang-bidang lain, seperti kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain. Perkembangan TI yang pesat juga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi. Dampak yang dirasakan secara nyata dalam dunia akuntansi dengan adanya kemajuan teknologi informasi adalah terciptanya sistem informasi akuntansi, yang merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi kemudian mengkomunikasikan informasi tersebut kepada para pembuat keputusan. Sistem informasi akuntansi (SIA) juga menitikberatkan pada perubahan pola konvensional dalam pelaporan keuangan dari manual menuju sistem yg terkomputerisasi yang menjadikan informasi yang dihasilkan menjadi lebih cepat, lebih murah, dan tidak memakan banyak waktu dan tempat.
            Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama dengan SIA berbasis manual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan tidak bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubah karakter dari suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliot dan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki bahwa model akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkat perubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilai pelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network. Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditing bertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yang dihasilkan oleh SIA. Dengan adanya kemajuan yang telah dicapai dalam bidang akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka praktik auditing akan terkena imbasnya. Perkembangan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit.


Fokus pada audit SIA 
Ada beberapa konsep utama yang menjadi dasar di dalam proses audit sistem SIA yang harus diperhatikan dalam perkembangannya, diantaranya :

1. Bagaimanakah Audit SIA itu sendiri dilaksanakan
            Pada dasarnya audit sistem informasi dapat dibedakan menjadi dua kategori yaitu Pengendalian Aplikasi (Application Control) dan Pengendalian Umum (General Control). Tujuan pengendalian umum lebih menjamin integritas data yang terdapat di dalam sistem komputer dan sekaligus meyakinkan integritas program atau aplikasi yang digunakan untuk melakukan pemrosesan data. Sementara, tujuan pengendalian aplikasi dimaksudkan untuk memastikan bahwa data di input secara benar ke dalam aplikasi, diproses secara benar, dan terdapat pengendalian yang memadai atas output yang dihasilkan. Dalam audit aplikasi, biasanya pemeriksaan atas pengendalian umum juga dilakukan mengingat pengendalian umum memiliki kontribusi terhadap efektivitas atas pengendalian-pengendalian aplikasi.
            Seperti audit keuangan, audit TI juga memiliki metoda dan teknik yang handal, yang memungkinkan diperolehnya hasil evaluasi yang kredibel. Dalam praktiknya, tahapan-tahapan dalam audit TI tidak berbeda dengan audit pada umumnya. Tahapan perencanaan, sebagai suatu pendahuluan, mutlak perlu dilakukan agar auditor mengenal benar objek yang akan diperiksa. Di samping, tentunya, auditor dapat memastikan bahwa qualified resources sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga referensi praktik-praktik terbaik ( best practices ). Tahapan perencanaan ini akan menghasilkan suatu program audit yang didesain sedemikian rupa, sehingga pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien, dan dilakukan oleh orang-orang yang kompeten, serta dapat diselesaikan dalam waktu sesuai yang disepakati.
            Dalam pelaksanaannya, auditor TI mengumpulkan bukti-bukti yang memadai melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi dan review dokumentasi (termasuk reviewsource-code bila diperlukan). Satu hal yang unik, bukti-bukti audit yang diambil oleh auditor biasanya mencakup pula bukti elektronis (data dalam bentuk file softcopy). Biasanya, auditor TI menerapkan teknik audit berbantuan komputer, disebut juga dengan CAAT (Computer Aided Auditing Technique). Teknik ini digunakan untuk menganalisa data, misalnya saja data transaksi penjualan, pembelian, transaksi aktivitas persediaan, aktivitas nasabah, dan lain-lain.
            Sesuai dengan standar auditing ISACA (Information Systems Audit and Control Association), selain melakukan pekerjaan lapangan, auditor juga harus menyusun laporan yang mencakup tujuan pemeriksaan, sifat dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan. Laporan ini juga harus menyebutkan organisasi yang diperiksa, pihak pengguna laporan yang dituju dan batasan-batasan distribusi laporan. Laporan juga harus memasukkan temuan, kesimpulan, rekomendasi sebagaimana layaknya laporan audit pada umumnya.
2. Audit SIA : sebelum atau sesudah
            Seiring dengan makin banyaknya institusi, baik pemerintahan maupun swasta, yang mengandalkan TI untuk mendukung jalannya operasional sehari-hari, maka kesadaran akan perlunya dilakukan review atas pengembangan suatu sistem informasi semakin meningkat.
            Risiko-risiko yang mungkin ditimbulkan sebagai akibat dari gagalnya pengembangan suatu sistem informasi, antara lain:

  • Biaya pengembangan sistem melampaui anggaran yang ditetapkan.
  • Sistem tidak dapat diimplementasikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
  • Sistem yang telah dibangun tidak memenuhi kebutuhan pengguna.
  • Sistem yang dibangun tidak memberikan dampak effisiensi dan nilai ekonomis terhadap jalannya operasi institusi, baik pada masa sekarang maupun masa datang.
  • Sistem yang berjalan tidak menaati perjanjian dengan pihak ketiga atau memenuhi aturan yang berlaku.
            Untuk mengantisipasi hal itu, perusahaan menginginkan adanya assurance dari pihak yang berkompeten dan independen mengenai kondisi sistem TI yang akan atau sedang mereka gunakan. Pihak yang paling berkompeten dan memiliki keahlian untuk melakukan review tersebut adalah Auditor Sistem Informasi (Auditor TI). Pekerjaan auditor TI ini belum banyak dikenal di Indonesia . Di samping itu, jumlah tenaga auditor TI yang menyandang sertifikasi Internasional ( CISA, Certified Information System Auditor ) juga masih sangat terbatas.
            Best Practice menyarankan agar dalam proses pengembangan suatu sistem informasi yang signifikan, perlu dilakukan review, baik itu sebelum atau pada saat implementasi ( pre-implementation system ), maupun setelah sistem “live” ( post-implementation system ).
Manfaat Pre-Implementation Review:
  • Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan ataupun memenuhi acceptance criteria.
  • Mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut.
  • Mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen.

         Manfaat Post-Implementation Review:
  • Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih ada dan saran untuk penanganannya.
  • Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis dan anggaran pada periode berikutnya.
  • Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa datang.
  • Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai dengan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan.
  • Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan.
  • Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi dan saran tindak lanjutnya.
Perkembangan Audit Sistem Informasi secara global dan di Indonesia
            Secara global akuntansi dan teknologi informasi telah berkembang pesat seiring dengan perkembangan zaman dan hal ini menyebabkan keduanya terhubung dan tidak dapat dipisahkan dalam proses penyajian laporan keuangan. Oleh karena itu, profesi akuntansi diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada. Perkembangan-perkembangan yang terjadi dalam bidang akuntansi, tak terkecuali audit sistem informasi secara global diantaranya dengan spesialisasi untuk profesi akuntansi dan sistem akuntansi yang semakin kompleks.
            Perkembangan akuntansi dan teknologi informasi tentunya akan menciptakan peluang-peluang baru dalam dunia akuntansi, khususnya bagi profesi auditor. Secara teoretis seorang auditor tidak boleh mendelegasikan tanggung jawab dalam merumuskan simpulan dan pernyataan opininya kepada pihak lain. Dalam praktiknya di tengah perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat, maka sulit bagi seorang auditor selain menekuni profesi utamanya di bidang audit dan akuntansi juga sigap untuk mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu komputer.
Kemajuan TI sempat menimbulkan rasa pesimis pada profesi akuntansi dan calon profesi akuntansi, terutama yang tidak siap menghadapi tantangan baru sebagai akibat kemajuan teknologi informasi.
Namun, pada akhirnya terjadi hubungan yang harmonis antara profesi akuntansi dengan teknologi informasi. Kemajuan teknologi informasi mamberikan peluang baru bagi profesi akuntan. Beberapa peluang baru yang mungkin diraih diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Konsultan Sistem Informasi Berbasis Komputer
            Kantor akuntan publik (KAP) yang mempunyai klien yang sudah merupakan digital firm dituntut mempunyai pengetahuan tentang hardware, sofware, dan teknologi komunikasi. Akuntan yang terlibat dengan laporan keuangan seperti itu harus memahami bagaimana transaksi tersebut diproses dan diamankan melalui elektronik web based system, baik dalam kaitannya dengan penyusunan maupun audit laporan keuangan untuk memahami struktur pengendalian intern. Akuntan perlu pengetahuan tambahan untuk memperluas kompetensi yang dimiliki. Jasa konsultan sistem informasi berbasis komputer memiliki dua komponen utama, yaitu komponen teknologi yang meliputi hardware, sofware, teknologi komunikasi dan komponen jasa advise bisnis yang berkaitan dengan analisis pengaruh kompetitif sistem informasi dan pengembangan strategi bisnis yang efektif. Walaupun akuntan pada umumnya kurang memiliki kemampuan teknologi komputer, tetapi akuntan mempunyai kualifikasi lebih pada komponen jasa konsultasi bisnis.Akuntan yang telah memiliki pengetahuan dasar tentang sistem informasi berbasis komputer akan mampu memberikan jasa konsultasi pada berbagai area yang meliputi perkembangan ekspektasi bisnis yang realistis, pemilihan ahli komputer yang kompeten atau ISP, dan pencegahan pemborosan biaya teknologi yang kompleks.
  1. Computer Information System Auditor (CISA)
      Karena sedemikian kompleksnya pemrosesan berbasis komputer, maka auditor khusus seperti Computer Information System Auditor (CISA) menjadi suatu kebutuhan yang mendesak. CISA harus memiliki kemampuan khusus, seperti pemahaman mengenai hardware, software, database, teknologi pengkomunikasian data, serta pengendalian yang berorientasi pada komputer (Computer Oriented Controll)dan teknik pengauditan. Di Indonesia, jumlah auditor khusus seperti ini masih sangat minim sehingga bidang ini masih sangat menjanjikan bagi para auditor. Menurut Surdiyanto Suryodarmodjo, Presiden ICASA (Information System Audit and Control Assosiation) Indonesia Chapter, jumlah auditor CISA di Indonesia baru berjumlah 30-50 orang dan tentu saja ini akan terus berkembang.
  1. Segel Web Trust
            Web trust adalah sebuah program yang memberikan jaminan menyeluruh terhadap bisnis melalui internet dengan membangun kepercayaan dan keandalan dari sebuah website. Sistem ini pertama kali diperkenalkan oleh American Institute of Certified Public Accountans (AICPA) yang bekerja sama dengan Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA). Web trust berusaha membangun kepercayaan publik atas transaksi lewat internet. Dilihat dari makin majunya perkembangan teknologi informasi, khususnya yang berbasis internet maka masa depan web trust boleh dikatakan cerah. Apalagi semakin tingginya tuntutan masyarakat pengguna internet yang sangat menginginkan keamanan dan keandalan dalam bertransaksi. Walau saatini sudah banyak program yang menyediakan segel jaminan, tetapi web trust mempunyai keunggulan yang bersifat internasional dan didukung oleh organisasi
profesi di beberapa negara.
Di samping itu, juga dapat mengadopsi peraturan dan
ketentuan suatu negara untuk diterapkan dalam standar tertentu.
Akuntan publik yang dapat melakukan jasa web trust adalah akuntan publik yang telah mendapat izin dari pihak yang berwenang. Akuntan yang mendapat perikatan tersebut akan melakukan penilaian atas prinsip dan kriteria web trust yang ditetapkan dalam web site tersebut. Jika seluruh proses telah dijalani sesuai dengan prinsip dan kriteria web trust, maka perusahaan tersebut dapat menampilkan segel web trust dalam tampilan web site-nya. Segel tersebut merupakan simbol bahwa telah dilakukan penilaian terhadap suatu web site oleh akuntan publik dengan pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified) atas penerapan standar, prinsip, dan kriteria yang sesuai dengan prinsip dan kriteria web trust. Ketika akuntan publik selesai melakukan penilaian dan memberikan pendapatnya mereka harus mengerti akan tanggung jawab yang menyertainya jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tanggung jawab auditor dalam mengaudit web trust secara umum sama dengan audit atas laporan keuangan, perbedaannya terletak pada cakupannya. Walaupun bentuknya berbeda tetapi konsep-konsep yang digunakan dalam audit web trust sama dengan audit laporan keuangan.
            Selain perkembangan pada profesi akuntansi, perkembangan akuntansi dan teknologi informasi juga telah melahirkan berbagai software akuntansi maupun sistem akuntansi terkoordinasi dengan komputer. Audit Sistem Informasi Akuntansi Keuangan dengan memanfaatkan TI relatif baru ditemukan dibandingkan audit keuangan, seiring denga meningkatnya penggunaan TI untuk mensupport aktifitas bisnis. Salah satu produk yang telah dihasilkan adalah audit SIMAK menggunakan 
e-Solution Financial sebagai sebuah program akuntansi keuangan yang dilengkapi dengan fitur drilling audit, yaitu sebuah fitur yang dapat melacak sumber transaksi dan memberikan informasi siapa yang mengentri data tersebut. Sehingga jika terdapat kesalahan pada transaksi tersebut auditor dapat mengetahuinya.
e-Financial memenuhi syarat sebagai software berbasis Audit TI adalah:
1.     Memiliki pengendalian akuntansi yang baik seperti sistem otorisasi entri dan supervisi atas kejadian-kejadian ke-akuntasi-an di perusahaan

2.     Security System yang memberikan keleluasaan didalam mendisain Job Description dan Access Rights masing-masing User, disamping fasilitas password

3.     Memiliki fitur Tracing/Drilldown untuk pengendalian Akuntansi yang berorientasi Auditing, dan juga di dukung sistem pelaporan keuangan yang terstruktur mudah dipahami oleh pembaca Laporan Keuangan

SeeYa & Davichi & T-Ara(JiYeon) - Forever Love
Internet Sehat