Langganan yukz

Selamat datang!! di Area Kawasan Para Penghitung FULUS. 4ebsatu 2007 Katanya sih kelas unggulan...(ciee)
Kelas eb satu 2007 yg ini bener2 beda!! Kalo soal otak sih jangan ditanya hahahhah.... anak-anak nya goxil, kritis, solid ma friends, saling berbagi, saling pula melengkapi,…
Penghuni eb satu 2007 dari yg paling jelas sampai yg gak jelas atau kelewat jelas.. ada!

Jadwal Kuliah 4EB01

KELASHARIMATA KULIAHWAKTURUANGDOSEN
4EB01SelasaKonsep Sist. Informasi Akt.*/**2/3/4E334BUDI SANTOSO, SE.,MM
4EB01SelasaStudi Kelayakan Bisnis6/7/8E134CH DEWI WULANDARI
4EB01RabuAnalisis&Perenc.Sist.Akt. 11/2E136SUDARSONO
4EB01RabuAkuntansi Manajemen Lanjut4/5/6E137DESI PUJIATI
4EB01RabuAkuntansi Syariah7/8/9E137ERLINA NURAINI, SE
4EB01KamisAkuntansi Pemerintahan *1/2/3D027ANNE DAHLIAWATI
4EB01KamisPemeriksaan Akuntansi Lanjutan **5/6/7D006RR DHARMA TINTRI EDIRARAS
4EB01KamisEtika Profesi Akuntansi #8/9D006RATNA AMBAR M

Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 April 2010

*PERHATIAN (TUGAS BAHASA INDONESIA) NEW

*PERHATIAN
Ada tugas bahasa indonesia baru!!

Tugas tersebut, untuk menambah nilai dan hitung – hitung nambah postingan.
Semua tugas paling lambat dikumpulin hari Rabu, tanggal 14 April 2010
Ke : Naria atau Silfi atau Yohana.

untuk lebih lengkapnya klik ini
DISINI!

Sabtu, 27 Maret 2010

Obama Datang, Terorisme Dibrantas!


Tidak satu pun warga Amerika yang tidak mengenal Obama, seorang sosok pemimpin yang bersahaja dan berkarisma. Obama adalah presiden berkulit hitam pertama di Amerika. Semua Presiden Amerika berkulit putih sebelum terpilihnya Obama. Menurut kabar burung, Obama akan berkunjung ke Indonesia sekitar bulan Juni. Semua warga Indonesia mengetahui Obama memiliki ayah tiri di Indonesia dan beliau pernah bertempat tinggal bahkan bersekolah di Indonesia tepatnya daerah Menteng. Jadi, tidak satu pun warga Indonesia yang merasa heran akan berita tersebut.
Walaupun ada sebagian kalangan yang menolak kedatangan Obama ke Indonesia. Namun, tidak satu pun warga Indonesia yang tidak tahu berita kedatangan Obama di Indonesia. Di Indonesia beliau adalah sosok yang kontroversi  sebab sebelum Obama dilantik jadi Presiden, beliau berjanji untuk menghentikan perang dan membuat perdamaian dunia namun hingga saat ini Amerika tetap melakukan agresi militer di daerah Timur Tengah. Alasan tersebut kemungkinan saat ini, Obama sedang menjadi target teroris karena kebijakan yang diambilnya itu.
            Tiga bulan sebelum Juni, sebagian teroris telah berhasil ditembak mati di daerah Pamulang. Walaupun tidak semua teroris berhasil ditangkap oleh Polisi, namun dengan tertangkapnya teroris ini sangat berimbas positif terhadap keamanan dan stabilitas politik di Indonesia. Sehingga masyarakat baik dari dalam ataupun luar Indonesia, mulai mempercayai keamanan di Indonesia. Melihat situasi dan kondisi, tentu saja seluruh daerah di Indonesia kini menjadi target operasi untuk mengamankan kedatangan Obama.
            Tidak hanya keamanan saja yang diutamakan, rasa nyaman pun juga perlu diperhatikan. Seperti yang dilakukan dilakukan oleh seluruh warga Menteng yang berbenah – benah untuk menyambut kedatangan Obama. Tidak ketinggalan pula seluruh siswa Menteng juga bersiap menyambut kedantangannya dari membersihkan ruangan kelas hingga membuat tarian sambutan. Semua warga Indonesia menantikan kedatangan seorang sosok nomor satu, walau demikian sebagian warga Indonesia ada yang tidak mengenal beliau lebih jauh.

 TUGAS BAHASA INDONESIA

Kamis, 11 Maret 2010

MENULIS SEBAGAI PROSES PENALARAN

                      Menulis merupakan suatu proses penalaran. Dalam menulis kita tidak hanya menulis saja. Dalam menulis kita harus berpikir dan menghubungkan berbagai fakta. Suatu tulisan sebagai hasil proses bernalar mungkin merupakan hasil proses deduksi,induksi, atau gabungan keduanya. Suatu tulisan yang bersifat deduktif dibuka dengan suatu pernyataan atau umum berupa kaidah, peraturan, teori atau pernyataan umum lainnya. Selanjutnya, pernyataan itu akan dikembangkan dengan pernyataan-pernyataan atau rincian-rincian yang bersifat khusus. Sebaliknya, suatu tulisan yang bersifat induktif dimulai dengan rincian-rincian dan diakhiri dengan suatu kesimpulan umum atau generalisasi. Kemudian gabungan antara keduanya ( deduktif dan induktif ) dimulai dengan pernyataan umum yang diikuti dengan rincian-rincian .             
                 
                       Berbicara mengenai menulis atau mengarang kita sudah diperkenalkan untuk menulis sejak kita masih duduk dibangku sekolah dasar, sekitar kelas 4 SD kita sudah diajarkan untuk menulis atau membuat karangan. Dalam hal ini fungsi dari pada kita mengarang yaitu menumbuhkan daya pikir kita untuk berekspresi mengenai suatu topik yangmana menstimulasi kita untuk berpikir mengenai suatu masalah atau ide pokok pikiran yang menimbulkan kreatifitas dalam diri seseorang yaitu dengan menuangkan apa yang ada dalam pikiran kita mengenai suatu topik, mengajak kita untuk terampil dalam menulis dengan pengungkapan pikiran, gagasan, pendapat dan perasaan. Dengan menulis membuat siswa agar terampil berkomuniksai secara tertulis. Namun berdasarkan pengalaman, banyak siswa yang tidak suka menulis dikarenakan berbagai kendala yaitu siswa tidak tahu apa yang harus mereka tuliskan, bagaimana cara menulis yang benar. Untuk itulah sejak dini kita diajarkan menulis karena menulis tidak akan datang secara otomatis melainkan harus melalui proses yaitu latihan dan praktek yang teratur, walaupun kita tahu  bahwa menulis bukanlah hal yang mudah, menulis harus penuh dengan ketelitian, kesabaran, dan keuletan.

Sabtu, 13 Februari 2010

Haruskah Kita belajar Bahasa Indonesia

Teringat waktu saya duduk dibangku sekolahan tentang pelajaran bahasa Indonesia. Hmm,, dulu aku sempat bertanya kenapa kita masih harus belajar bahasa Indonesia?? Padahal kita dari lahir sudah berbahasa Indonesia??
Seminggu yang lalu, aku diberi tugas oleh Pak Toto untuk membuat karangan Kenapa kita harus belajar bahasa Indonesia?
Hmm, baiklah kalau begitu. Sepertinya, saya sudah bisa menjawab pertanyaan saya tersebut. Jawabannya PERLU & HARUS.
Kenapa? Karena menurut saya untuk sebuah alasan yang tepat bahwa ternyata belajar bahasa Indonesia tidaklah semudah yang kita bayangkan.
Yah benar, memang kita terlahir di Indonesia tercinta dan sudah bisa berbicara bahasa Indonesia namun apakah bahasa Indonesia yang diterapkan dalam kehidupan sudah baik pengucapannya ataupun implementasinya?
Saat aku masuk dibangku kuliahan ternyata pelajaran bahasa Indonesia tidak berhenti, dan memang sangat terpakai dan berguna sekali. Faktanya, seperti membuat paper atau tugas penulisan ilmiah tentulah kita harus menggunakan EYD. Bahkan aku sempat ceplas ceplos kalau bahasa Indonesia tidak dijadikan pelajaran di sekolah mungkin temanku yang lahir di Ambon ini tidak bisa berbicara bahasa Indonesia. Tentulah bang Vincent sapaan akrab temanku ini akan berbicara bahasa daerah kelahirannya. Waah, gawat padahal masih satu negara tapi tidak bisa mengerti bahasa satu sama lain. Hmm!!
Tidak seperti yang aku pikirkan kalau belajar bahasa Indonesia itu mudah. Misal saja saat belajar masalah kalimat ambigu yang memiliki makna lebih dari satu, membuat aku agak bingung dan belum lagi masalah kata baku.
Sebenarnya sudah tidak ada alasan lagi untuk kita belajar bahasa Indonesia karena tidak mungkin kita sebagai WNI, tinggal lama di Indonesia tidak mengerti bahasa Indonesia dengan baik.
Jujur saja, aku sendiri saja masih belum benar dalam mengunakan kata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Padahal sudah 20 tahun lamanya aku tinggal di Indonesia dan belajar bahasa Indonesia.

Rabu, 11 Februari 2009

MAJAS

Dalam berbahasa, baik dengan lisan maupun dengna tulisan, orang kadng – kadang menyulih kata atau ungkapan dengan kata atau ungkapan lain untuk kesan khusus.

Misal dalam kalimat Mukanya Pucat, disulih dengan: Mukanya sebagai bulan kesiangan.

Pada hakikatnya, majas (figure of speech) adalah kata atau ungkapan yang maknanya yang biasa atau harfiah diubah untuk menyiratkan kesan yang khusus. Kesan khusus itu tercapai oleh ide, sifat, atau gagasan. Disamping mampu mengkonkretkan dan menghidupkan bahasa, majas juga sering lebih ringkas daripada padanannya yang terungkap dalam kata biasa.

1. Majas Perbandingan

Dengan sadar atau tidak orang menggunakan bahasa yang bersifat perbandingan.

Majas perbandingan dibagi menjadi :

a. Perumpamaan (simile)

Perbandingan secara eksplisit, ditandai oleh pemakaian kata seperti, sebagai, ibarat, umpama, bak, laksana, dan serupa

- Mukanya seperti bulan kesiangan

- Rumahnya ramai bak pasar malam

- Ia bertingkah bagai gorilla

b. Kiasan (Metafor)

Perbandingan itu tidak dimarkahi oleh pemakaian kata pembanding.

- Saudagar itu berhati batu.

- Bangsa kuli dan kuli di antara bangsa – bangsa.

- Mendengar kesutan itu ia jadi mata gelap.

c. Penginsanan (Personifikasi)

Perbandingan dikenakan antara benda mati dan makhluk hidup (khususnya manusia), maksudnya sifat – sifat yang dimiliki oleh manusia dilekatkan pada benda yang tak bernyawa.

- Pohon nyiur melambai – lambai.

- Angin badai meraung – raung sepanjang hari.

- Dendamnya berteriak meminta balas.

2. Majas Pertentangan

Majas yang menyatakan suatu pertentangan dengan keadaan yang sebenarnya, jenis – jenisnya:

a. Hiperbola

Majas yang digunakan untuk mengungkapkan kenyataan dengan cara melebih – lebihkan jumlah, atau tingkatnya tanpa maksud menipu betul.

- Sudah berhari – hari saya tidak mengejapkan mata barang sesaat pun.

- Aku terkejut setengah mati mendengar berita itu.

- Terlihat ribuan manusia menuju ketempat perampokan.

b. Litotes

Majas yang dalam pengungkapannya menggurangi atau melemahkan kenyataan yang sebenarnya.

- Jika tidak berkeberatan, singgahlah ke gubug usang kami. (maksudnya rumah)

- Terimalah kado kecil ini dariku. (Maksudnya cincin dalam kotak kecil)

- Raniadalah anak yang biasa – biasa saja. (sering juara kelas)

c. Ironi

Majas yang maknanya bertentangan, majas ini merupakan majas sindiran.

- Bukan main bersihnya rumah ini, banyak sampah berserakan.

- Harum sekali masakanmu bahkan lalatpun tak mau pergi.

- Sudah pulang engkau; baru pukul dusa malam

3. Majas Pertautan

Majas yang mentautkan suatu benda pada benda lain. Jenis – jenisnya:

a. Metonimia

Pemakaian nama ciri atau nama hal yang ditautkan denagn orang, barang, atau hal, sebagai penggantinya.

- Ayahku sangat gemar menghisap Djarum.

(maksudnya: menghisap rokok merek Djarum Black)

- Kini Tono telah berbaju hijau. (maksudnya: telah menjadi tentara)

- PT Djarum memperkenalkan cara baru untuk menikmati teh.

(maksudnya: PT Djarum mengeluarkan prodak Djarum Black Tea, rokok beraroma teh.)

b. Sinekdoke

Ialah sejenis metonimia yang menyebut nama bagian untuk keseluruhan (pars pro toto)

- Meskipun hanya memiliki dua pintu, uang sewanya cukup untuk membiayai anak–anaknya hingga kuliah. (maksudnya : dua rumah kontrakan)

- Hal itu tentu bermanfaat bagi anak cucu Adam (makasudnya : umat manusia)

Ialah sejenis metonimia yang menyebut keseluruhan untuk nama bagian (totem proparte)

- Hari ini Bandung akan berhadapan dengan Surabaya di Stadion Senayan. (maksudnya: kesebalasan Bandung akan melawan kesebelasan Surabaya).

- PT Djarum selalu berusaha mengeluarkan produk – produk inovasinya untuk merambah penjualannya, salah satunya dengan membuat rokok terkecil di Indonesia dengan kertas hitam. (maksudnya : Djarum Black)

c. Kilatan (Allusion)

Majas yang secara tidak langsung menunjuk ke suatu peristiwa atau tokoh bedasarkan peranggapan adanya pengetahuan bersama yang dimiliki oleh pengarang / pembaca.

- Setiap kali acara 17-an digelar, warga menyambutnya dengn antusias. (peringatan HUT RI setiap tanggal 17 Agustus)

- Sudah seminggu yang lalu, aku mengirimkan ideku ke BLACK INNOVATION AWARDS. (Maksudnya: kompetisi tentang ide – ide kreatif yang memiliki solusi dan manfaat untuk orang banyak yang diselenggarakan oleh pihak PT Djarum.)

d. Eufemisme

Ialah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang diraskan kasar, merugikan, dan tidak menyenangkan.

- Maaf, saya permisi ke belakang. (alih-alih kamar kecil / toilet)

- Semenjak dibebastugaskan, ayahnya mengalami depresi yang hebat. (alih-alih dipecat)

- Orang tuanya telah lama meninggal (alaih – alih mati)

MAJAS

Dalam berbahasa, baik dengan lisan maupun dengna tulisan, orang kadng – kadang menyulih kata atau ungkapan dengan kata atau ungkapan lain untuk kesan khusus.

Misal dalam kalimat Mukanya Pucat, disulih dengan: Mukanya sebagai bulan kesiangan.

Pada hakikatnya, majas (figure of speech) adalah kata atau ungkapan yang maknanya yang biasa atau harfiah diubah untuk menyiratkan kesan yang khusus. Kesan khusus itu tercapai oleh ide, sifat, atau gagasan. Disamping mampu mengkonkretkan dan menghidupkan bahasa, majas juga sering lebih ringkas daripada padanannya yang terungkap dalam kata biasa.

1. Majas Perbandingan

Dengan sadar atau tidak orang menggunakan bahasa yang bersifat perbandingan.

Majas perbandingan dibagi menjadi :

a. Perumpamaan (simile)

Perbandingan secara eksplisit, ditandai oleh pemakaian kata seperti, sebagai, ibarat, umpama, bak, laksana, dan serupa

- Mukanya seperti bulan kesiangan

- Rumahnya ramai bak pasar malam

- Ia bertingkah bagai gorilla

b. Kiasan (Metafor)

Perbandingan itu tidak dimarkahi oleh pemakaian kata pembanding.

- Saudagar itu berhati batu.

- Bangsa kuli dan kuli di antara bangsa – bangsa.

- Mendengar kesutan itu ia jadi mata gelap.

c. Penginsanan (Personifikasi)

Perbandingan dikenakan antara benda mati dan makhluk hidup (khususnya manusia), maksudnya sifat – sifat yang dimiliki oleh manusia dilekatkan pada benda yang tak bernyawa.

- Pohon nyiur melambai – lambai.

- Angin badai meraung – raung sepanjang hari.

- Dendamnya berteriak meminta balas.

2. Majas Pertentangan

Majas yang menyatakan suatu pertentangan dengan keadaan yang sebenarnya, jenis – jenisnya:

a. Hiperbola

Majas yang digunakan untuk mengungkapkan kenyataan dengan cara melebih – lebihkan jumlah, atau tingkatnya tanpa maksud menipu betul.

- Sudah berhari – hari saya tidak mengejapkan mata barang sesaat pun.

- Aku terkejut setengah mati mendengar berita itu.

- Terlihat ribuan manusia menuju ketempat perampokan.

b. Litotes

Majas yang dalam pengungkapannya menggurangi atau melemahkan kenyataan yang sebenarnya.

- Jika tidak berkeberatan, singgahlah ke gubug usang kami. (maksudnya rumah)

- Terimalah kado kecil ini dariku. (Maksudnya cincin dalam kotak kecil)

- Raniadalah anak yang biasa – biasa saja. (sering juara kelas)

c. Ironi

Majas yang maknanya bertentangan, majas ini merupakan majas sindiran.

- Bukan main bersihnya rumah ini, banyak sampah berserakan.

- Harum sekali masakanmu bahkan lalatpun tak mau pergi.

- Sudah pulang engkau; baru pukul dusa malam

3. Majas Pertautan

Majas yang mentautkan suatu benda pada benda lain. Jenis – jenisnya:

a. Metonimia

Pemakaian nama ciri atau nama hal yang ditautkan denagn orang, barang, atau hal, sebagai penggantinya.

- Ayahku sangat gemar menghisap Djarum.

(maksudnya: menghisap rokok merek Djarum Black)

- Kini Tono telah berbaju hijau. (maksudnya: telah menjadi tentara)

- PT Djarum memperkenalkan cara baru untuk menikmati teh.

(maksudnya: PT Djarum mengeluarkan prodak Djarum Black Tea, rokok beraroma teh.)

b. Sinekdoke

Ialah sejenis metonimia yang menyebut nama bagian untuk keseluruhan (pars pro toto)

- Meskipun hanya memiliki dua pintu, uang sewanya cukup untuk membiayai anak–anaknya hingga kuliah. (maksudnya : dua rumah kontrakan)

- Hal itu tentu bermanfaat bagi anak cucu Adam (makasudnya : umat manusia)

Ialah sejenis metonimia yang menyebut keseluruhan untuk nama bagian (totem proparte)

- Hari ini Bandung akan berhadapan dengan Surabaya di Stadion Senayan. (maksudnya: kesebalasan Bandung akan melawan kesebelasan Surabaya).

- PT Djarum selalu berusaha mengeluarkan produk – produk inovasinya untuk merambah penjualannya, salah satunya dengan membuat rokok terkecil di Indonesia dengan kertas hitam. (maksudnya : Djarum Black)

c. Kilatan (Allusion)

Majas yang secara tidak langsung menunjuk ke suatu peristiwa atau tokoh bedasarkan peranggapan adanya pengetahuan bersama yang dimiliki oleh pengarang / pembaca.

- Setiap kali acara 17-an digelar, warga menyambutnya dengn antusias. (peringatan HUT RI setiap tanggal 17 Agustus)

- Sudah seminggu yang lalu, aku mengirimkan ideku ke BLACK INNOVATION AWARDS. (Maksudnya: kompetisi tentang ide – ide kreatif yang memiliki solusi dan manfaat untuk orang banyak yang diselenggarakan oleh pihak PT Djarum.)

d. Eufemisme

Ialah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang diraskan kasar, merugikan, dan tidak menyenangkan.

- Maaf, saya permisi ke belakang. (alih-alih kamar kecil / toilet)

- Semenjak dibebastugaskan, ayahnya mengalami depresi yang hebat. (alih-alih dipecat)

- Orang tuanya telah lama meninggal (alaih – alih mati)

SeeYa & Davichi & T-Ara(JiYeon) - Forever Love
Internet Sehat