Langganan yukz

Selamat datang!! di Area Kawasan Para Penghitung FULUS. 4ebsatu 2007 Katanya sih kelas unggulan...(ciee)
Kelas eb satu 2007 yg ini bener2 beda!! Kalo soal otak sih jangan ditanya hahahhah.... anak-anak nya goxil, kritis, solid ma friends, saling berbagi, saling pula melengkapi,…
Penghuni eb satu 2007 dari yg paling jelas sampai yg gak jelas atau kelewat jelas.. ada!

Jadwal Kuliah 4EB01

KELASHARIMATA KULIAHWAKTURUANGDOSEN
4EB01SelasaKonsep Sist. Informasi Akt.*/**2/3/4E334BUDI SANTOSO, SE.,MM
4EB01SelasaStudi Kelayakan Bisnis6/7/8E134CH DEWI WULANDARI
4EB01RabuAnalisis&Perenc.Sist.Akt. 11/2E136SUDARSONO
4EB01RabuAkuntansi Manajemen Lanjut4/5/6E137DESI PUJIATI
4EB01RabuAkuntansi Syariah7/8/9E137ERLINA NURAINI, SE
4EB01KamisAkuntansi Pemerintahan *1/2/3D027ANNE DAHLIAWATI
4EB01KamisPemeriksaan Akuntansi Lanjutan **5/6/7D006RR DHARMA TINTRI EDIRARAS
4EB01KamisEtika Profesi Akuntansi #8/9D006RATNA AMBAR M

Tampilkan postingan dengan label Softskill Riset Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Softskill Riset Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Maret 2010

RISET AKUNTANSI – FILSAFAT ILMU (PI - NARIA)

Di artikel kali ini, aku lebih spesifik tentang latar belakang memilih tentang judul PI (PENULISAN ILMIAH) ini, Naria mengangkat judul sebagai berikut:
 
“ANALISIS PENGARUH PENILAIAN KINERJA BEDASARKAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED TERHADAP RATE OF RETURN PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM LQ 45 TAHUN 2007-2008”
Bedasarkan berpikir Deduktif,
Dalam dunia usaha pada umumnya tujuan mendirikan perusahaan adalah untuk menghasilkan laba yang optimal berdasarkan pada prinsip akuntansi yang berlaku. Perusahaan akan sulit mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan tersebut apabila tidak dapat mengoptimalkan laba (Andri Ferbian, 2009). Salah satu cara strategi mengoptimalkan laba perusahaan adalah berinvestasi. Investasi merupakan penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan pada umunya berjangka waktu lama dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan dimasa mendatang.
Bedasarkan Fenomena:
Penilaian prestasi suatu perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan itu untuk menghasilkan laba. Tidak semua perusahaan dapat menghasilkan laba semaksimal mungkin dan modal yang ditanamkan dapat mengembalikan rate of return yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan suatu penilaian kinerja pada perusahaan yang akan dijadikan sebagai tempat investasi.
Bedasarkan Konsep:
Penilaian kinerja perusahaan pada umumnya dapat diukur dengan menggunakan konsep rasio-rasio keuangan selama satu periode tertentu.
Bedasarkan Teori:
Penggunaan pengukuran bedasarkan analisis rasio keuangan ataupun operating cash flow yang merupakan sebagai alat pengukur akuntansi konvensional memiliki sebuah kelemahan utama seperti pendapat yang dikemukakan oleh Sten Steward dalam Raja Lambas (2005) bahwa penilaian rasio bedasarkan laba akuntansi hanya memberikan gambaran absolute tanpa mempertimbangkan biaya modal sehingga sulit untuk mengetahui apakah suatu perusahaan telah berhasil menciptakan nilai perusahaan atau tidak.
Bedasarkan Proposisi:
Rasio keuangan yang dihasilkan sangat bergantung pada metode atau perlakuan akuntansi yang digunakan didalam menyusun laporan keuangan perusahaan sehingga kinerja yang diukur berdasarkan rasio-rasio keuangan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk mengatasi kelemahan tersebut, penilaian kinerja perusahaan dapat menggunakan metode EVA sebagai pengukur nilai tambah yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dengan cara mengurangi laba operasi setelah pajak dengan cost of capital (biaya modal), dimana beban biaya modal mencerminkan tingkat resiko perusahaan.
Bedasarkan Prinsip:
Penggunaan Economic Value Added memiliki tujuan secara umum yaitu dapat memperbaiki bias karena kecenderungan manajer untuk mempermainkan angka-angka akuntansi atau karena terdapat kekurangan dalam model akuntasi yang berlaku umum (Febriyanto, 2008). EVA dapat meningkatkan nilai dari modal investor dan pemegang saham yang telah ditanamkan dalam operasi usaha karena pengaruh konsep penilaian kinerja terhadap tingkat pengembalian investasi.

 
Bedasarkan Berpikir Induktif:
Melihat hal tersebut maka Naria berminat untuk melakukan penelitian dengan judul ANALISIS PENGARUH PENILAIAN KINERJA BEDASARKAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED TERHADAP RATE OF RETURN PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM LQ 45 TAHUN 2007-2008.
Bedasarkan Fakta:
Artikel ini merupakan sinopsis dari latar belakang PI Naria. Dan ini merupakan analisis Naria bedasarkan beberapa referensi terkait dan bukan serta merta copy paste maupun plagiarisme dari karya orang lain.
Tertanda,
               
Naria K.ayu

Sabtu, 20 Februari 2010

Menyimpang IFRS atau PSAK (Indonesian Version)

Deviations IFRS or PSAK

The task of accounting research group - meeting 1
Done by: 3EB01
Naria Kusmaning Ayu
Silfi Sulfiyah
Yohana Nofiyanti

ABSTRACT
The globalization of business operation and security market demands the global international standards. The world organizations have arranged International Accounting Standards (IAS), now known as International Financial Reporting (IFRS), for globalization of business operation and security market. The different characteristics of each country create some refusal toward IFRS, but many world organizations are insisted to adopt IFRS. Harmonization, or even convergence, acts as the bridge between IFRS and the accounting standards of the countries.
Keywords: adoption, harmonization of AIS/IFRS

Journal Title: Stay away from PSAK
30-10-2009 IFRS - Category: Info IAI
The title above is not a form of provocation, agitation, or the like. Nor is the suggestion or invitation to deviate from PSAK. However, there will be a formal opportunity to deviate from PSAK. And it is set in PSAK, not elsewhere. We do not have trouble finding justification for deviating from PSAK, it is in PSAK own. In ED PSAK No.1 (Revised 2009) Presentation of Financial Statements of the some time ago DSAK IAI issued in paragraphs 17 until 22 governs the deviation from PSAK. Deviation from PSAK can be done when the compliance of PSAK it will give the wrong understanding, and contrary to the purpose of financial reports as stipulated in the basic framework (KDPPLK).
                   However, this deviation may be very rare since there should be no conflict between adherences to PSAK with financial reporting purposes in KDPPLK. As set forth in KDPPLK, one goal is KDPPLK as a reference for the authors of financial accounting standards (accounting standards setters) in performing their duties. When a PSAK developed from KDPPLK, then there should be no contradiction between PSAK with its reference source.
                 Management is given the task to conclude the conflict has occurred between a PSAK with financial reporting purposes. When management has concluded that, not necessarily the author management or financial reports can automatically deviate from PSAK in financial report preparation. These deviations can be done if the current regulatory framework to allow such deviation or at least not prohibited. If the current regulatory framework forbid, then the company should not deviate from PSAK and are required to disclose in the notes to financial statements.
                 In addition to regulatory frameworks should take into account the effect, deviations from PSAK only be done if the same deviation is also done by all firms in the same industry? In other words, deviations from PSAK not be done if there is one other company in the same industry comply with a PSAK considered contrary to the purposes of financial reporting. To understand the need for deviation from PSAK regulated in financial accounting standards applicable in Indonesia can be seen from some of the following factors:more

QUESTION?
Would you more agree deviations from IFRS or deviations from PSAK?

In our opinion (the author),
If you choose one of them, certainly will not be, Seeing the business operations and capital markets are global standards that demand a global nature. Several organizations in the world agreed to form the International Accounting Standards (International Accounting Standards / AIS) which is now the International Financial Reporting Standards (IFRS) to meet the needs of business and international finance.

IFRS known as a lot of resistance due to the national background, the uniqueness of each country's business climate, and differences in the needs of users of financial statements. It should be realized that it is even more resistance, but many are also under pressure to adopt IFRS, thus there is need to bridge the Financial Accounting Standards consistent with IFRS is to make harmonization and even convergence of IFRS. But that does not mean us (writer) more impartial because his logic, if IFRS is more than stay away from PSAK, whether the standard is suitable for our country? So what if agreed to deviate from IFRS then indirectly PSAK Indonesian will impose a standard and will enable our country far behind the countries that use IFRS.

              Therefore, we analyze the need for harmonization of these problems. Harmonization between IFRS with PSAK. Allows the adoption of IFRS as necessary and not leave PSAK that had been prevailing in Indonesia. If there is confusion in PSAK or non-compliance with the conditions of accounting or financial statement reporting requirements at this time, it is necessary to do the necessary adjustments. Adjustments that may be part of malakukan IFRS adoption or to a revision of the standards in the PSAK.
               Indeed, international standards are needed by companies - multinational companies, or companies - companies that do business internationally in order to adjust their financial statements with their flying businesses partners. For that we need a bit requires the adoption of IFRS (but not entirely).
               Harmonization and even then the convergence to IFRS accounting information is expected to have major quality and relevance of compressible. The quality is very necessary to facilitate comparison between the state's financial reports and for decision making.

Referensi:
Collett, Petter H, Jayne M. Godfrey, Sue L. Hrasky, 1999. International Harmonization: Cautions From The Australian Experience. www.google.com, diakses 5 Januari 2004
(Yakub Divisi TeknisIkatan Akuntan Indonesia) http://www.iaiglobal.or.id
Fearnley. S dan Tony Hines. 2002. The Adoption of International Accounting Standards in the UK: Review of Attitudes. www.ssrn.com, diakses 5 Januari 2004

Jurnal dari IAI - (Tugas Softskill) Versi Indonesia

Jurnal dari IAI - (Tugas Softskill) English Version

Journal Title: Stay away from PSAK
30-10-2009 IFRS - Category: Info IAI
 
The title above is not a form of provocation, agitation, or the like. Nor is the suggestion or invitation to deviate from PSAK. However, there will be a formal opportunity to deviate from PSAK. And it is set in PSAK, not elsewhere. We do not have trouble finding justification for deviating from PSAK, it is in PSAK own. In ED PSAK No.1 (Revised 2009) Presentation of Financial Statements of the some time ago DSAK IAI issued in paragraphs 17 until 22 governs the deviation from PSAK. Deviation from PSAK can be done when the compliance of PSAK it will give the wrong understanding, and contrary to the purpose of financial reports as stipulated in the basic framework (KDPPLK).
However, this deviation may be very rare since there should be no conflict between adherences to PSAK with financial reporting purposes in KDPPLK. As set forth in KDPPLK, one goal is KDPPLK as a reference for the authors of financial accounting standards (accounting standards setters) in performing their duties. When a PSAK developed from KDPPLK, then there should be no contradiction between PSAK with its reference source.
Management is given the task to conclude the conflict has occurred between a PSAK with financial reporting purposes. When management has concluded that, not necessarily the author management or financial reports can automatically deviate from PSAK in financial report preparation. These deviations can be done if the current regulatory framework to allow such deviation or at least not prohibited. If the current regulatory framework forbid, then the company should not deviate from PSAK and are required to disclose in the notes to financial statements.
In addition to regulatory frameworks should take into account the effect, deviations from PSAK only be done if the same deviation is also done by all firms in the same industry? In other words, deviations from PSAK not be done if there is one other company in the same industry comply with a PSAK considered contrary to the purposes of financial reporting. To understand the need for deviation from PSAK regulated in financial accounting standards applicable in Indonesia can be seen from some of the following factors:

Jumat, 12 Februari 2010

IFRS bagi UKM & Non Sector Nirlaba (Analisa Jurnal - Softskill)

Sumber Jurnal : http://www.iasplus.com/dttpubs/elearning.htm
Godaannya adalah untuk menyelam dalam dan mulai mengidentifikasi standar individu atau bagian, perbedaan dan dampaknya bagi sektor ini. Namun dokumen konsultasi ASB memaksa kita untuk mulai dengan dasar-dasar yang nyata. Apa yang harus bimbingan bahkan terlihat seperti siapa yang harus bertanggung jawab untuk itu? Berapa banyak yang harus ada?
Konsultasi menyarankan 'manfaat publik entitas' standar, yang akan menerjemahkan memfokuskan keuntungan IFRS untuk UKM ke dalam bahasa yang masuk akal dalam not-for-profit entitas, tetapi juga menangani masalah-masalah seperti akuntansi dana. Ada keuntungan yang berbeda seperti terjemahan, meskipun hal ini menimbulkan pertanyaan tentang tingkat detail bisa memberikan jika itu untuk menutupi kebutuhan yang beragam dari amal, pendidikan dan sektor perumahan sosial.
Apakah ini menandakan akhir untuk SORP? Apakah kita membutuhkan SORP untuk masing-masing yang bukan sektor nirlaba ?
Menurut sumber yang saya dapat di http://www.grant-thornton.co.uk, saya dapat menyimpulkan bahwa IFRS untuk non sector nirlaba, entah bagaimana bisa memperoleh pengecualian dari transfer. Meskipun sekarang mungkin seperti yang kita tahu dan GAAP Inggris akan menjadi pilihan yang jauh lebih sederhana, kesalahan untuk tetap sejalan dengan komersial sektor ketika bergerak untuk IFRS (dalam satu bentuk atau yang lain) akan membuat pemahaman yang bukan untuk sektor nirlaba lebih sulit dan menyebabkan ketidakcocokan akuntansi dalam setiap kelompok yang berisi campuran komersial dan tidak untuk keuntungan entitas. Selain itu, proposal GAAP adalah bahwa Inggris sebenarnya mem- IFRS untuk UKM dan ini akan menyebabkan beberapa kesulitan dalam legal standing dari SORPs dan bimbingan akuntansi lain yang relevan (yang akan mendukung standar yang mereka dasarkan).
Saya mengkutip dari pendapat Jenny Brown, bahwasanya pada asumsi investasi kita akan menjadi dasar instrumen keuangan, maka IFRS untuk UKM mengatakan bahwa jika saham yang diperdagangkan secara publik atau nilai wajar jika tidak bisa diukur terpercaya, investasi harus diukur pada adil nilai dengan perubahan nilai wajar diakui dalam laba atau rugi. Ini memang memerlukan gerakan-gerakan dalam nilai investasi yang akan diakui dalam laba atau rugi dan sehingga titik yang valid mengenai dampak dari perawatan ini pada volatilitas dari keuntungan atau kerugian baris bawah IFRS untuk UKM dan praktik penganggaran untuk mencapai nol. 
GAAP mencakup keuntungan dan kerugian atas aset dan investasi yang terdaftar di bagian bawah Laporan Kegiatan Keuangan (SOFA) di bawah Charities SORP 2005. Amal dan stakeholder mereka sudah terbiasa melihat gerakan bersih di baris dana setelah STRGL elemen di SOFA dan sebagai bagian dari penilaian kinerja keuangan untuk periode tersebut. Pelaporan kinerja keuangan dan kebijakan cadangan wali laporan tahunan mengakui kontribusi STRGL elemen, seperti keuntungan / kerugian atas investasi dan keuntungan dan kerugian aktuarial pada skema pensiun imbalan pasti aset / kewajiban, terhadap hasil garis bawah untuk periode tersebut.
Meskipun saya setuju bahwa tak dapat disangkal, ini menyebabkan beberapa kesulitan dalam mencoba untuk anggaran ke nol (sebagai gerakan masih bisa disajikan dalam sebuah revaluasi cadangan) ini akan masih dapat dibuat untuk mengidentifikasi hasil yang mendasari organisasi benar-benar mencerminkan sementara dana yang tersedia untuk organisasi pada akhir tahun (adalah investasi untuk menguangkan).
Daripada draft SORPs dan menerjemahkan berbagai IFRS untuk non sektor nirlaba, apakah ada jarak tempuh dalam melobi untuk menjaga GAAP Inggris untuk tidak-untuk-keuntungan? Sumber daya tambahan dan biaya pindah ke IFRS untuk UKM hanya tampaknya tidak perlu untuk bisnis yang tidak selalu menambah modal dengan cara tradisional dan tidak memiliki minat pada perbandingan daftar atau luar negeri.
Banyak dari kita bergantung pada pendapatan investasi. Setiap IFA akan memberitahu Anda bahwa cakrawala investasi yang masuk akal adalah 10 tahun sehingga mark-to-market untuk investasi yang akan menciptakan volatilitas besar dalam P & L dan membuat penganggaran untuk mencapai nol (sudah menjadi tugas tahunan sulit!) Nyaris mustahil.
                            Menurut Klasik termism pendek, bahwasanya  - Ditetapkan harga pasar setiap hari. FS adalah investasi tahunan dan rentang 10 tahun, jadi kita hanya memilih harga harian sebagaimana telah kita menyaksikan dampak volatilitas MTM bagi bank-bank, apakah kita akan melihat runtuhnya amal dan nfps? Mungkin tidak, jauh lebih besar kemungkinan kita akan melihat sebuah substansial mengurangi layanan dan NFP baik FD bekerja karena harus mengambil beberapa risiko dari B / S. Harga dari transparansi adalah bahwa kita kehilangan perspektif jangka panjang pada pelayanan perdagangan kami atau komunitas.
Tugas Jurnal –Softskill (I)  “RISET AKUNTANSI”
Naria Kusmaning Ayu / 21207346 (3eb01)
REFERENSI:
http://k4yu.blogspot.com

SeeYa & Davichi & T-Ara(JiYeon) - Forever Love
Internet Sehat